Violin Dreams



Yehudi menuhin, seorang anak yang memiliki bakat di bidang seni musik, sejak kecil ia sudah terlihat memiliki bakat yang sangat bagus dalam bermain biola, sang ayah yang menyadari bakat sang anak tentu saja mendukung penuh atas bakat anaknya tersebut, sang ayahpun mencarikan ia seorang guru yang profesional dibidangnya untuk mengasah kemampuan yehudi, tidak sedikit penolakan yang diterima sang ayah,
penyebabnya tidak lain adalah usia yehudi yang diangggap masih terlalu muda, namun yehudi tidak perduli akan hal itu, ia selalu berlatih dengan keras setiap hari, setiap jam, setiap ada waktu senggang yehudi pasti berlatih, akibat ketekunan yang ditunjukkan oleh yehudi akhirnya mampu meluluhkan hati mikhael bunford seorang pemain biola profesional, mikhael yang sering melihat yehudi berlatih menyadari bakat yang dimiliki yehudi dan bersedia untuk melatihnya, yehudi yang saat itu masih berusia 5 tahunpun merasa sangat senang, ia pun berlatih dengan tekun, mengikuti semua instruksi mikhael bahkan tak jarang ia berimprovisasi dengan nada kreasinya sendiri, 2 tahun yehudi berlatih dengan mikhael, sudah sering ia mencoba untuk mendaftar sebagai anggota orchestra namun hasil yang sama didapatkan, ya, penolakan. namun ia tak pernah patah semangat, hingga suatu ketika, Hal yang tak pernah terpikirkan oleh yehudi bahwa orchestra sebesar simplytone mau memberinya kesempatan untuk melakukan tes untuk bergabung, betapa bahagianya yehudi, hari demi hari dihabiskannya dengan berlatih bahkan tak jarang sampai ia harus mengurangi waktu tidurnya, hingga hari itupun tiba, segala persiapan dilakukan dengan sangat baik oleh yehudi,  mulai dari stem biola hingga berpakaian dengan sangat rapih, betapa bersemangatnya ia, penampilannya sangat memukau, lantunan indah nada-nada biola yang telah ia ciptakan sendiri dan telah dilatihnya sekian lamapun membuahkan hasil, semua juri terpukau dan setuju untuk menerima yehudi sebagai anggota simplytone orchestra, dengan perasaan sangat bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata yehudi kembali kerumahnya dengan membawa hasil yang sangat memuaskan, ya, ia diterima sebagai anggota simplytone orchestra, ia adalah satu-satunya anggota termuda yang pernah ada di simplytone orchestra. namun, seketika semua kebahagiaan itu sirna bak hilang ditelan bumi ketika ia mendapat kabar dari ayahnya bahwa mikhael sang guru telah meninggalkannya untuk selama-lamanya, perasaan bahagia bercampur sedih berkecamuk didiri yehudi, belum juga sempat ia menunjukkan hasil latihannya selama ini kepada sang guru namun sang guru telah lebih dahulu pergi meninggalkannya, yehudi mudapun termenung didepan biola kesayangnnya


biola istemewa yang dibuatkan khusus untuknya oleh sang guru setahun yang lalu, mencoba mengenang semua kenangannya tentang sang guru,  semua semangat dan dukungan yang telah diberikan sang gurupun seakan sirna seketika, terfikir dalam benaknya untuk berhenti bermain biola, baginya tak ada lagi alasan ataupun tempat untuk belajar lebih mengenai biola, diantara segala ketidakpastian pikirannya terbesit satu ingatannya tentang perkataan sang guru dahulu disela-sela latihan

“Jangan pernah menyerah untuk suatu kegagalan dan dan mengeluh untuk hinaan, jadikan itu pelajaran untukmu, ubahlah kesulitan menjadi kemudahan dengan caramu sendiri, hadapilah, memang bukan suatu hal yang mudah tapi terkadang hal yang dianggap sulit justru adalah suatu hal yang sangat mudah namun kita kita sendiri merubahnya menjadi sulit, apapun yang terjadi, tetaplah berusaha gapai impianmu, lakukan apapun untuk meraihnya, berfikir, belajar, berusaha dan berdoalah, yakinkan dirimu bahwa mimpimu bukanlah suatu hal yang mustahil, selalu tempatkan dirimu sebagai seorang yang beruntung, yakini dirimu bahwa setiap satu kegagalan merupakan jalan untuk mendapatkan dua tangga untuk meraih keberhasilan” 

Sedikit-demi sedikit semangat kembali ke yehudi muda, perlahan-lahan ia mulai merubah segala kesedihannya, ia berfikir untuk mewujudkan mimpinya, ya, mimpi yang dulu pernah dikatakannya kepada sang guru bahwa ia akan menjadi seorang pemain biola profesional dan karyanya dikenal didunia, dengan segala ketekunan dan kerja keras serta mengingat kata-kata sang guru, yehudi perlahan-lahan mulai mendapatkan hasil, walaupun untuk mendapatkan hasil tersebut yehudi harus mengalami puluhan bahkan ratusan kegagalan, yehudi mulai beranjak dari seorang anggota orchestra menjadi solois, karya-karyanyapun mulai diterima di kalangan penikmat musik hingga akhirnya ia berhasil menggapai mimpinya, berbagai macam penghargaan ia dapatkan mulai dari pemain biola terbaik hingga dinobatkan sebagai bapak simfoni modern karna hasil karyanya, segala mimpinya dapat tercapai, bagi yehudi, semua itu tidak terlepas dari peran sang guru Mikhael Bunford yang sampai saat ini masih dianggap sebagai seorang Maestro olehnya, yehudi membuktikan bahwa tak ada hal yang tak mungkin bila memiliki ketekunan, dan umur, bukanlah suatu penghalang, baginya muda bukan berarti tak bisa, mulai dari seorang anak yang ditolak karna usia dan dianggap tak mampu dan tidak mengerti musik hingga menjadi seorang yang sangat berarti di dunia musik.

Rating: 5.0
Judul: Violin Dreams
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Arie kurniawan

Segala macam informasi terbaru, tips & trik serta cerita-cerita yang diharapkan dapat menghibur sekaligus menambah pengetahuan anda

No comments:

Post a Comment